Konflik Madura Dan Dayak |verified| -

| Year | Location | Estimated Deaths | Key Features | |------|----------|----------------|--------------| | 1996–1997 | Sambas Regency, West Kalimantan | 500+ | Dayak-led attacks on Madurese settlements; mass displacement. | | 1999 | Pontianak & surrounding areas | 100+ | Renewed violence after reformasi (fall of Suharto). | | 2001 | Sampit, Central Kalimantan | 500–1,500 | Most brutal phase: beheadings, mutilations, burning of Madurese homes. |

Konflik ini terjadi dalam beberapa gelombang besar: konflik madura dan dayak

Tragedi Sampit tahun 2001 yang melibatkan etnis Dayak dan Madura merupakan salah satu konflik komunal paling kelam dalam sejarah modern Indonesia. Meletus pada 18 Februari 2001 di Kota Sampit, Kalimantan Tengah, perselisihan ini dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya, dan meninggalkan luka mendalam bagi kedua belah pihak. | Year | Location | Estimated Deaths |